Testimoni: BALI ORANGE COMMUNICATIONS; SEBUAH KISAH KANTOR “ON THE WAY”
Posted on Tuesday, February 2nd, 2010Oleh: I Wayan “Gendo” Suardana, SH.
Aktivis Mahasiswa 1998, Presidium Nasional- PENA’98 (Perhimpunan Nasional Aktivis ‘98), Anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Bali, Pelaku & Penulis buku Mengapa Saya Bakar Gambar EsBeYe (Presiden SBY).
“On the Way” itulah kalimat yang akan muncul dari seorang pria muda, setiap kali dia dihubungi via telepon untuk bertemu. Terlepas dia memang benar ada dijalan atau malah masih kucek-kucek mata ditempat tidur. Selanjutnya dengan sigap laki-laki ini akan menanyakan posisi si penelpon seraya setelah mendapatkan info laki-laki ini akan menjawab “kebetulan saya dekat denagn posisi anda, bisakah kita bertemu lokasi anda sekarang?”. Jika orang tersebut mengiyakan maka dengan segera laki-laki ini bersiap menuju ke lokasi.
Ini bukan kisah seorang pria muda yang sedang kasmaran, atau kisah seorang ABG yang latah dengan bahasa OTW. Kisah diatas adalah sekelumit kisah seorang pria muda bernama Hendro (sang Founding father Bali Orange Communications yang dalam tulisan ini selanjutnya disebut sebagai BOC).
Tapi itu kisah dulu, sekitar tahun 2000-an tatkala BOC masih dirintis dengan modal komputer pas-pasan. Dan tentu saja kisah ini mencuat karena BOC waktu itu adalah sebuah usaha dengan alamat kantor pinjaman. Sejatinya tempat kerja mereka berawal dari warnet (karena Hendro bekerja part time sebagai penjaga warnet) lalu beralih ke kost-kostan. Inilah latar belakang kenapa BOC disering dikatakan sebagai Kantor “On the Way”. Karena tidak mungkin mengajak bertemu klien di kost-kost an yang menjadi kantor asli mereka.
Baca kisah selengkapnya di blog Gendo … (http://www.gendovara.com)








